Sunday , December 17 2017
Breaking News
Home / camera / Review Sony HXR-MC2500 Yang Wajib Kita Ketahui

Review Sony HXR-MC2500 Yang Wajib Kita Ketahui

Review Sony HXR-MC2500

Sebelum membahas Review Sony HXR-MC2500, Kamera Fotografi kini bukan lagi gadget mewah dikalangan banyak orang, banyak orang yang kini memilikinya, apalagi bila kita pecinta Fotografi, dan juga untuk Usaha misalnya seorang Modelling, harga memang belum tergolong pass di kantong, tapi Tak menghalangi banyak orang dan anak anak memilikinya, termasuk para siswa pun saat ini sudah banyak juga yang memilikinya sebab sudah banyak sekolah dan universitas yang menawarkan Jurusan Broadcasting.

Sony HXR-MC2500 didesain untuk para video maker yang membutuhkan kestabilan gambar pada saat mengambil (merekam gambar) dengan kualitas gambar Full HD.

Kali ini SONY berani mengeluarkan jenis kamera berkelas prosumer berkualitas profesional (baca: semi pro). Selain itu kamera Sony HXR-MC2500 mempunyai sensor 1/4″ Exmor R CMOS, sebelum itu apa sih Exmor?

Exmor yaitu nama dari suatu teknologi Sony yang diimplementasikan pada beberapa sensor gambar CMOS (Complementary metal–oxide–semiconductor) mereka. Ia menjalankan on-chip analog / konversi Frekuwensi digital dan dua langkah pengurangan kebisingan dengan cara paralel pada setiap kolom dari sensor CMOS. Sedangkan Exmor R yaitu versi back-illuminated CMOS sensor gambar Sony. [1] Exmor R diumumkan oleh Sony pada 11 Juni 2008 dan merupakan implementasi yang diproduksi dengan cara massal pertama di dunia teknologi sensor back-illuminated [2] Sony mengklaim bahwa Exmor R yaitu sekitar dua kali lebih sensitif. Sensor aktif pixel ini ditemukan di beberapa ponsel Sony ponsel dan kamera serta Apple iPhone 4S dan 5. [3] [4] Exmor R sensor memungkinkan kamera smartphone untuk menangkap film definisi tinggi (Full HD) dan diam di daerah low ligth (cahaya rendah) -sumber: wikipedia-. Sehingga kamera tersebut dilengkapai atau dibantu dengan LED Light yang mempunyai tingkat keterangan 800 lumens pada jarak 1,6M.

Jenis kamera ini juga sudah merekam gambar kualitas Full HD berbeda dengan generasi sebelumnya seri MC- HXR 1500 terobasan berani dari SONY untuk menggebrak market camcorder berbasis SD bermigrasi ke Full HD, kemera tersebut mempunyai CODEC supprort AVHD format (H.264) selain itu juga Bisa digunakan untuk merekam kualitas DV dengan format Codec AVI, masih berbaik hati ya SONY. Yuk kita lihat recording rate-nya, tak wajib mengerti apa itu PS, FX, FH dan seterusnya, yang paling penting kamera jenis ini sudah mendorong para video maker untuk bermigrasi memakai teknologi Full HD.

Fitur-Fitur:

1. 1/4″ Exmor R CMOS Sensor

2. 26.8mm Equivalent Wide-Angle Lens

3. Records SD in DV AVI File

4. OLED Viewfinder with 1.44 Million Dots

5. Flip-Up 3″ LCD with 921k Dot Resolution

6. Wi-Fi Connectivity with NFC

7. Internal 32GB Flash Memory

8. Sony Multi-Interface Hot Shoe

9. BNC Connector on Composite Output

10. SDXC/Memory Stick Card Slot

Recording Rate

HD:

PS (28 Mbps) 1920 x 1080: 60p

FX (24 Mbps) 1920 x 1080: 60i, 30p, 24p; 1280 x 720: 60p

FH (17 Mbps) 1920 x 1080: 60i, 30p, 24p, 16:9, 1280 x 720/60p, 16:9

HQ (9 Mbps) 1280 x 720: 60p

SD:

DV (25 Mbps) 720 x 480: 60i

Kamera tersebut juga memilki konektifas Wi-Fi yang memungkinkan kamare Bisa dikontrol dengan cara jauh dengan aplikasi (app) dari smartphone atau tablet, meskipun Tak Bisa lebih dari 10m.

Untuk merekam live tapping (bagus singlecam atau multicam) mempunyai konektifitas fitur yang lengkap yakni HDMI dan BNC locking. Internal memory 32GB yang Bisa difungsikan sesuai kualitas gambar yang kita inginkan.

Maximum Recording Time

Internal Memory / 32 GB SDHC Card:

PS (LPCM): 145 minutes

FX (LPCM): 170 minutes

FH (LPCM): 225 minutes

HG (LPCM): minutes

DV (LPCM): 140 minutes

Hal lainnya kamera tersebut mempunyai berat 2.8 kg (body only) dan 3.1 kg (lens hood, lens cap, microphone, eyecup, shoe cap, as well as NP-F570 battery). Dan mari saatnya saya bahas satu demi satu fitur yang disediakan oleh kamera tersebut.

Wide 26.8mm Angle Lens

Dengan 12x Zoom, mempunyai fitur lensa 26,8mm setara dengan focal lensa wide – biasanya untuk video-video film look – dan Tak memerlukan adapter lagi. Kelemahan: jangan memakai fitur 12x zoom lensa bila kondisi Tak terlalu diperlukan sebab kualitas gambar yang terekam Anemia bagus dan juga menjalani guncangan yang keras.

Exmor R CMOS sensor

Sudah saya bahas di atas dengan cara detil. Teknlogi ini awalnya diterapkan di smartphone namun ternyata cocok diaplikasi ke camcorder profesional.

OLED Tru-Finder as well as 3″ LCD Panel

View finder berteknlogi OLED yang mempunyai resolusi lebih dari 1.44 juta dot, sehingga memungkinkan untuk preview/melihat gambar serasa lebih real time. Menurut saya dibanding dengan seri sebelumnya justru jenis view finder ini jauh lebih bagus sebab Tak memakai teknologi touch screen. Pada dasarnya teknologi touch screen pada camcorder tersebut mempunyai kelemahan alias sangat ringkih, terutama apabila touch screen Tak berfungsi sama sekali maka dipasatikan kita Tak Bisa memakai kamera tersebut dengan cara maksimal.

Low-Light Shooting

Kamera SONY HXR-MC2500 mampu menangkap gambar hingga 0.8 lux minimum illumination dengan memakai shutter speed 1/15 second, bukaan iris f/1.8, dan gain 33dB. Ditambah dengan lamu LED 800 lumens yang menempel pada body kamera dengan cara langsung mempermudah pada saat merekam gambar dengan kondisi mendadak.

Catatan: dengan fitur lampu yang menempel pada body memudahkan para video maker (video journalist) untuk merekam dengan cara simultan dan siginifikan dengan pencahayaan yang bagus setara dengan lampu Day Light (56000K).

Wi-Fi Enabled with NFC Connectivity

Melalui Wi-Fi kamera ini memungkinkan untuk disetting melalui smartphone atau teblet sekaligus sebagai alat preview gambar dan suara. Dengan fitur NFC mampu membagikan kemudahan operasi kamera pada saat tapping, fitur tersebut Bisa mengendalikan antara lain :

Record start/stop

Zoom

Iris

Touch Auto Focus

Komunikasi jarak-dekat (atau Near-field communication) merupakan bentuk komunikasi nirkabel jarak-pendek di mana antena yang digunakan lebih pendek daripada gelombang Frekuwensi operator (yang mencegah interferensi gelombang dari antena yang sama).

Hybrid Recording

Dengan internal built-in memory sebesar 32B memudahkan kecepatan dalam mengambil gambar, kita Bisa bayangkan saat media rekam masih memakai kaset video pastilah kita disibukkan dengan mamasang kaset terlebih dahulu. Berikut lama dan kualitas gambar yang dihasilkan dengan kompresi Codec yang brebeda-beda:

Maximum Recording Time

Internal Memory / 32 GB SDHC Card:

PS (LPCM): 145 minutes

FX (LPCM): 170 minutes

FH (LPCM): 225 minutes

HG (LPCM): minutes

DV (LPCM): 140 minutes

Multi-Interface (MI) Shoe

Tambahan fitur interface yang memungkinkan kemudahan dalam mengkoneksikan antar interface Sesuai milik Sony. Termasuk di dalamnya microphone, wireless receiver dan flash.  Sayangnya fitur ini Tak mengikuti teknologi sebelumnya sehingga memungkinkan untuk Tak konek pada saat dicoba untuk disambungkan.

DV Recording

Di dalam mode SD (Standard Definition) HXR-MC2500 merekam dengan Codec DV sama seperti MiniDV dengan format file AVI. Penyertaan teknologi ini sebenarnya hanya suatu pelengkap untuk mereka yang masih memakai teknologi SD, walaupun pada kenyataanya teknologi tersebut sudah sangat jarang dipakai bahkan ditinggalkan oleh video maker profesioanl.

Assignable Lens Ring

Ring lensa yang multifungsi Bisa diatur untuk mengontrol fokus, exposure, white balance, iris, atau kecepatan rana dengan cara manual – membagikan Anda akses langsung tanpa wajib melalui menu kamera.

Time Code

Istilah SMPTE timecode atau user bit (UB) untuk multi camera productions atau untuk menandai kemudahan footge dalam post-production. SMPTE berfungsi untuk menentukan bagaimana frame dihitung dan dibaca. Misalnya dalam default Adobe Premiere memakai time code SMPTE (Society of Motion Picture as well as Television Engineer), dimana durasi 00:06:51:15 berarti video telah diputar selama 6 menit 5 detik dan 1,5 frame.

BNC Composite Output

yaitu Output komposit memakai terminal BNC, yang merupakan konektor penguncian yang mengurangi risiko sengaja menghentak kabel keluar saat siaran langsung

Optical SteadyShot Image Stabilization with Active Mode

Fitur ini memungkinkan kita untuk mengambil gambar dengan cara normal dengan image yang lebih stabil, saat fitur tersebut diaktifkan akan mengurangi goncangan yang terjadi selama syuting.

Quick AF System

Dirancang untuk melonjakkan akurasi auto focus bahkan dalam kondisi cahaya rendah (low-light) sekalipun.

L Series Battery

Dukungan untuk Sony profesional bergaris baterai L Series berarti mampu bertahan hingga 14 jam masa pakai baterai. Dimungkinkan pula memakai dengan baterai lain dengan cara terpisah baterai F970 NP.


Please, Share Artikelnya Jika Beramanfaat :)

About Chen

Check Also

Review Sony FDR-AX30 4K Yang wajib Anda Tau

Review Sony FDR-AX30 4K Artikel Seputar Review Sony FDR-AX30 4K, Camera kini Tak lagi gadget …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *